JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) Bulan Ini

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

DESKRIPSI JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA). Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan mereka, termasuk menginformasikan kepada karyawan mengenai bahaya di tempat kerja, menyediakan peralatan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan, serta membangun prosedur dan praktek K3 yang tepat. Oleh karena itu, mereka memiliki kewajiban untuk menilai risiko kesehatan dan keselamatan dan untuk mengembangkan prosedur keselamatan yang akan menghilangkan atau mengurangi risiko ini sebelum seorang karyawan melaksanakan pekerjaan.
Job Safety Analysis (JSA) merupakan salah satu metode yang banyak dipakai dalam pengendalian terhadap risiko. Metode ini sangat mudah untuk dipahami serta diterapkan dalam kegiatan yang mengandung bahaya, sehingga kecelakaan kerja dapat dihindari seminimal mungkin. Pelatihan ini akan menguraikan analisis keselamatan kerja atau Job Safety Analysis (JSA) sebagai metode untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengembangkan praktek kerja yang aman untuk mencegah cedera, penyakit, kerusakan properti dan kerugian lainnya.

TUJUAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

Pelatihan Job Safety Analysis/JSA ini diselenggarakan dalam 1 hari yang secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan secara terpadu kepada para peserta agar bisa melakukan analisis keselamatan kerja sebelum melakukan pekerjaannya dan melakukan aktivitas K3 lainnya yang diperlukan oleh setiap perusahaan.

MATERI JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

1. Pengertian Job Safety Analysis (JSA)
2. Penyusunan Job Safety Analysis (JSA)
3. Konsep sebab dan akibat kecelakaan serta pencegahannya
4. Identifikasi bahaya, menilai risiko (risk assessment) serta pengendaliannya
5. Inspeksi K3
6. Teknik penyelidikan kejadian/kecelakaan secara professional (investigasi insiden) menganalisis penyebab kejadian/kecelakaan dan sistem pelaporannya
7. Follow Up dan Review Job Safety Analysis (JSA)

MANFAAT PELATIHAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

1. Mampu memahami konsep Job Safety Analysis/JSA, dan teknik pembuatan serta menerapkan dan mengevaluasinya
2. Mampu memahami konsep sebab dan akibat kecelakaan serta melakukan pencegahannya
3. Mampu mengidentifikasi bahaya, menilai risiko (risk assessment) serta mengendalikannya
4. Mampu melakukan inspeksi K3 secara cermat dan berkualitas
5. Mampu memahami teknik penyelidikan kejadian/kecelakaan secara profesional, menganalisis penyebab kejadian/kecelakaan, melakukan tindakan perbaikan serta follow up dan sistem pelaporan kejadian / kecelakaan

METODE PELATIHAN

1. Presentasi
2. Diskusi Konsultatif
3. Sharing Pengalaman
4. Studi Kasus
5. Praktek Implementasi JSA

KEUNGGULAN METODE PELATIHAN PRESENTASI

• Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif.
• Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan.
• Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning.
• Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka.

TARGET PESERTA

1. Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir sebagai HSE
2. Safetyman, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Coordinator, HSE Superintendent, dan HSE Manager
3. Direktur/General Manager/Senior Manager/Manager Perusahaan yang bertanggungjawab pada operasional perusahaan.
4. Ahli K3 Umum Perusahaan
5. Manager Non HSE yang berminat mempelajari JSA
6. Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai JSA
7. Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan JSA

INSTRUKTUR BERLISENSI BNSP

*Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM*
(Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP);
No. Reg. ITM. 045 01030 2016)

Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Beliau mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan nickel pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Corporate Social Responsibilty, Community Development, Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia maupun Kesehatan & Keselamatan Kerja di Universitas Ma Chung, Malang serta sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas/perguruan tinggi lainnya. Beliau kerap kali memberikan pelatihan inhouse dan public training di beberapa perusahaan. Beliau merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang terdaftar sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

POST TRAINING MAINTENANCE

Post Test dilakukan dengan Teknik L. Kirkpatrick yang mengukur 4 level pembelajaran
1. Perilaku
2. Pembelajaran
3. Reaksi
4. Hasil

BACA JUGA TRAINING MANAJEMEN ARSIP PERKANTORAN DAN MASA PERSIAPAN PENSIUN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*