PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

PENDAHULUAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

Pengelolaan limbah medis rumah sakit diperlukan karena Limbah Rumah Sakit mengandung bahan beracun berbahaya. Rumah Sakit tidak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, tetapi juga limbah infeksius yang kemungkinan mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Dari keseluruhan limbah rumah sakit, sekitar 10 sampai 15 persen diantaranya merupakan limbah infeksius yang mengandung logam berat, antara lain mercuri (Hg). Sebanyak 40 persen lainnya adalah limbah organik yang berasal dari makanan dan sisa makan, baik dari pasien dan keluarga pasien maupun dapur gizi. Selanjutnya, sisanya merupakan limbah anorganik dalam bentuk botol bekas infus dan plastik.

Temuan ini merupakan hasil penelitian Bapedalda Jabar bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama tahun 1998 sampai tahun 1999. Biasanya orang mengaitkan limbah B3 dengan industri. Siapa yang menyangka ternyata dirumah sakitpun menghasilkan limbah berbahaya dari limbah infeksius. Limbah infeksius berupa alat-alat kedokteran seperti perban, salep, serta suntikan bekas (tidak termasuk tabung infus), darah, dan sebagainya. Dalam penelitian itu, hampir di setiap tempat sampah ditemukan bekas dan sisa makanan (limbah organik), limbah infeksius, dan limbah organik berupa botol bekas infus.

Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.

 

TUJUAN PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT

 

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :

  1. Memahami bahwa limbah medis termasuk limbah berbahaya.
  2. Memahami klasifikasi limbah medis, komposisi, dampak serta bahayanya.
  3. Memahami penanganan limbah medis yang baik, pemilahan, temporary storage serta transportasinya.
  4. Memahami cara melindungi diri dari dampak limbah medis tersebut.
  5. Memahami perundangan yang mendasari penanganan limbah medis ini

 

MATERI

Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :

  1. Pengenalan limbah medis.
  2. Klasifikasi limbah medis.
  3. Prinsip penanganan limbah medis berdasarkan strategi WHO.
  4. Bahaya limbah medis terhadap kesehatan, Bio-Safety, Pencegahan dan pengelolaannya.
  5. Penyimpanan sementara.
  6. Pemeriksaan Kesehatan dan Bio-monitoring bagi pekerja yang menanganinya.
  7. Perundangan yang mendasari.
  8. Dan banyak hal lainnya yang terkait dengan penanganan limbah medis ini

 

PESERTA

  1. Setiap karyawan yang bekerja dengan bahan kimia berbahaya.
  2. Health and Safety Committee members
  3. Managers dan supervisors
  4. Karyawan lain yang bertanggung jawab atas health and safety
  5. Karyawan lain yang berminat

PEMATERI

Pelatihan ini perlu diikuti oleh semua pihak, seperti : Pimpinan Rumah Sakit. Petugas K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit). Dokter, Perawat yang terkait dengan K3. Manager, Supervisor atau HRD, serta karyawan yang menangani limbah medis. Semua pihak yang tertarik.

 

DURASI

2 Hari di Yogyakarta (lokasi lain dapat di-request sesuai kebutuhan dan jumlah peserta).

 

INVESTASI

Rp 6.000.000,- / peserta plus penginapan 2 malam

Rp 4.250.000,-/ peserta tanpa penginapan

Minimal running 3 peserta

Fasilitas

Modul, antar jemput bandara, souvenir, cofee break 2x, makan siang 1x

In House : Rp. 13.000.000,-

Belum termasuk : pajak, copy materi, tiket pulang pergi trainer dan tim, penginapan dan tempat training.

KONTAK

Ria Nisbi
Phone: 081325401400
………………………………………………
Yuni Nisbi
Phone: 085869459892
 ………………………………………………
Nisa Nisbi
Phone: 085257727277
 ………………………………………………
Karin Nisbi
Phone: 085869459893
 ………………………………………………

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*